Kamis, 24 Oktober 2013

MAMFAAT MINUM AIR PUTIH

Khasiat Dan Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan – Air merupakan sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup, tak terkecuali manusia. Tanpa air, bisa dipastikan tidak akan ada kehidupan di bumi. Begitu pula dengan manusia, kita tidak akan bisa bertahan hidup tanpa air. Kekurangan air akan mengganggu bahkan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itulah pentingnya kecukupan air bagi tubuh.

Minum air putih dengan ukuran yang dianjurkan atau sesuai dengan kebutuhan tubuh sangat berperan dalam menjaga kesehatan kita. Pada artkel ini, kami akan membahas beberapa khasiat dan manfaat minum air putih bagi kesehatan. Semoga dengan membaca artikel ini, akan timbul kesadaran untuk membiasakan minum air putih dalam jumlah yang cukup.


Minum Air Putih Bermanfaat Sebagai Pelangsing Tubuh

Anda sendang dalam program diet agar tubuh menjadi langsing? Minum air putih akan membantu program diet Anda. Biasakan sebelum dan setelah makan untuk mimun satu gelas air putih. Hal ini tentu akan menambah rasa kenyang, dengan demikian secara tidak langsung akan membatasi porsi makan Anda. Terlebih lagi air putih sangat membantu proses metabolisme tubuh. Perlu untuk diketahui, bahwa tubuh kita akan selalu bekerja untuk menghangatkan air, terutama jika sedang dalam aktivitas tinggi. Dalam proses itu, beberapa kalori di dalam tubuh juga akan ikut terbakar. Oleh karena itu, gantilah kebiasaan Anda minum air berkalori dengan air putih.

Minum Air Putih Bermanfaat Sebagai Sumber Energi Bagi Tubuh

Anda pernah mengalami dehidrasi? Ya, kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan cairan memang membuat kita merasa tidak bertenaga. Dengan suplai air yang cukup, energi kita akan segera pulih kembali. Air akan membantu proses transportasi oksigen dan nutrisi di dalam darah. Dengan demikian, kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh akan lebih ringan. Oleh karena itu, disamping menghasilkan energi bagi tubuh, minum air putih juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

Minum Air Putih Bermanfaat Untuk Mengurangi Tingkat Stres

Oleh karena jaringan otak manusia tersusun atas 85% air, maka kondisi tubuh yang kekurangan air akan menurunkan fungsi dan kemampuan otak kita untuk mengolah informasi. Dengan demikian, kekurangan air dapat meningkatkan resiko stres. Oleh karena itu, perbanyaklah minum air putih sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi, terutama saat Anda sedang dalam aktivitas atau pekerjaan. Sediakan selalu air putih di meja kerja Anda.

Ternyata Air Putih Dapat Membantu Pergerakan Otot Dan Persendian

Kekurangan cairan akan memicu terjadinya kram karena pelumasan otot dan persendian tidak berjalan maksimal. Dengan minum air putih yang cukup, pelumasan otot dan persendian akan berjalan dengan baik, terutama jika Anda dalam kondisi aktivitas yang tinggi, misalnya sedang berolah raga.

Minum Air Putih Akan Menjaga Kulit Tetap Lembab Dan Bercahaya

Saat Anda mengalami dehidrasi, kulit akan mengerut dan garis-garis kulit akan tampak lebih tajam. Dengan minum air putih, maka sel-sel kulit akan cukup cairan dan kembali terangkat sehingga kulit Anda terlihat lebih kencang. Minum air putih juga akan membantu sirkulasi dan aliran darah, sehingga kulit Anda akan tampak lebih cerah dan bercahaya.

Air Putih Membantu Proses Sekresi Dalam Tubuh

Air akan membantu proses pelarutan dan pencernaan makanan. Dengan demikian, keberadaan air sangat dibutuhkan untuk membantu proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan. Seseorang yang mengalami dehidrasi akan mengalami kesulitan saat membuang kotoran tersebut. Dengan demikian, air akan membantu serat dalam sistem pencernaan tubuh.

Air Putih Mengurangi Resiko Penyakit Ginjal

Air putih akan membantu peran dan fungsi ginjal. Dengan minum air putih yang cukup, garam dan mineral yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dicairkan dan dikeluarkan bersama urin. Oleh sebab itu, minum air putih dalam jumlah yang cukup mengakibatkan Anda sering bolak-balik ke kamar kecil untuk buang air. Namun, hal tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Demikian informasi pendek yang kami sajikan mengenai Khasiat Dan Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

Rabu, 23 Oktober 2013

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT



SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT


Konsep Dasar Sosiologi
1.     Konsep dan Definisi Sosiologi
            Sosiologi berasal dari kata socious dan dan logos (bahasa Yunani) yang berarti kata, perkataan atau pembicaraan. Secara harfiah, sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat
Beberapa definisi sosiologi
  1. Sosiologi dapat didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang masyarakat san tentang aspek kehidupan manusia yang diambil dari “kehidupan didalam masyarakat” (Ensiklopedia Ilmu-Ilmu Sosial)
  2. Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya
  3. J.A.A. van Doorn dan C.j. Lammars, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil
  4. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial, dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
  5. Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok.
  6. Selo oemardjan dan Soeleiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial.
  7. Pitirim A. Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
            1. hubungan maupun pengaruh timbal balik antara gejala sosial daqn gejala nonsosial,
            2. ciri-ciri umum dari semua jenis gejala atau fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat,
            3. hubungan maupun pengaruh timbal balik antara berbagai gejala sosial, seperti antara gejala             ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerakan  masyarakat dengan politik.
2.   Sifat Hakikat Sosiologi
  1. Sosiologi termasuk rumpun ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu kerohanian.
  2. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris,artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu terapan
  4. Sosiologi merupakan ilmu penetahuan yang absrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
  5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang digunakannya.
  7. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya sosiologi mengamati dan dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.
ciri-ciri sosiologi
n  Empiris, karena didasarkan pada pengamatan terhadap kenyataan-kenyataan sosial dan hasilnya tidak bersifat spekulatif
n  Teoritis, artinya sosiologi  selalu berusaha untuk menyusun kesimpulan dari hasil-hasil observasi untuk menghasilkan teori keilmuan.
n  Kumulatif, artinya teori-teori dalam sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya.
n  Nonetis, artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, tetapi lebih penting menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan apa adanya.
  1. Objek Studi Sosiologi
            Objek studi sosiologi adalah masyarakat, dengan menyoroti hubungan antar manusia dan sebab akibat yang timbul dari hubungan tersebut.
  1. Kegunaan Sosiologi
  1. Perencanaan Sosial, adalah kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan. Perencanaan sosial lebih bersifat preventif
  2. Penelitian
  3. Pembangunan, merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu.
           
Faktor-Faktor Masalah Sosial
1)      Ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran, dan bencana alam
2)      Biologis, misalnya penyakit menular dan wabah.
3)      Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, dan disorganisisi sosial.
4)      Kebudayaan, misalnya kejahatan, perceraian, kenakalan remaja, konflik etnis, dan konflik agama.
Masalah social
Akan tetapi, pada umumnya yang dianggap
masalah sosial yaitu:
1)      Kemiskinan
2)      Kejahatan
3)      Disorganisasi keluarga
4)      Masalah generasi muda
5)      Peperangan
6)      Pelanggaran terhadap norma masyarakat
7)      Masalah kependudukan dan
8)      Masalah lingkungan hidup
Metode-Metode Sosiologi
  1. Metode Statistik
            Metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruhkausalitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak.
  1. Metode Eksperimen (Percobaan)
            Metode ini dilakukan oleh dua kelompo. Kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen, dan kelompok kedu sebagai kelompok kontrol.
  1. Metode Induktif dan Deduktif
            Metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah umum dengan mempelajari gejala yang khusus.
  1. Metode Studi Khusus
            digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu
  1. Metode Survei Lapangan
            Digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung
  1. Metode Partisipasi
            Digunakan untuk mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan kelompok.
  1. Metode Empiris dan Rasionalistis
            empiris menyadarkan diri pada fakta yang ada dalam masyarakat melalui penelitian,rasionalistis mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tenteng masalah-masalah kemasyarakatan
  1. Metode Fungsionalisme
            Bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
  1. Metode Studi Pustaka
            Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan
Konsep-Konsep tentang Realiatas Sosial Budaya
Berikut ini beberapa realitas sosial budaya
yang terdapat pada masyarakat.
  1. Masyarakat
            adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
  1. Interaksi Sosial
            adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antar individu, individu dengan kelompok, kelompok denagan kelompok.
  1. Status dan Peran
            Status dan peran tidak dapat dipisahkan, keduanya saling beriringan
  1. Nilai
            adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggota masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan
  1. Norma
            Norma dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar.
           
Macam-macam norma yang ada  dalam masyarakat:
  1. Norma agama
  2. Norma adat atau kebiasaan
  3. Norma kesusilaan atau kebiasaan
  4. Norma hukum
  1. Lembaga Sosial(Pranata Sosial)
  2. Sosialisasi
            merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat
  1. Perilaku Menyimpang
            merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang belaku.
  1. Pengendalian Sosial
            yaitu usaha yang dilakukan agar masyarakat berperilauku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.
  1. Proses Sosial
            merupakan proses interaksi dan komunikasi antar komponen masyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan
  1. Perubahan Sosial Budaya
            adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal
  1. Kebudayaan
            adalah semua hasil cipta, rasa, karsa manusia dalm hidup bermasyarakat.
            kebudayaan dapat berbentuk:
            a. artefak
            b. sistem aktifitas
            c. sistem ide atau gagasan
            kebudayaan secara universal terdiri dari 7 unsur:bahasa, religi, seni, sistem kemasyarakatan, sistem ekonomi, sistem ilmu pengetahuan, dan teknologi
           
Hubungan antara Berbagai Konsep Realitas Sosial Budaya
  1. Masyarakat dan Kebudayaan
  2. Masyarakat dan Interaksi Sosial
  3. Status dan Peranan
  4. Nilai, Norma, dan Lmbaga Sosial
  5. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial
Data tentang Realitas Sosial dan Permasalahan Sosial
  1. Penurunan Kualitas Moral (Demoralisasi)
            Beberapa indikasi yang menunjukkan suatu bangsa mengalami gejala demoralisasi:
            a.kuantitas dan kualitas kriminalitas sosial semakin meningkat
            b.terjadinya kerusuhan yang bersifat anarkis
            c.konflik sosial semakin marak
            d.tindakan korupsi semakin merajalela
            e.meningkatnya jumlah pemakai dan pengedar narkoba
            f.pergaulan bebas semakin marak
  1. Terorisme
            adalah tindakan yang membuat kerusakan-kerusakan di dalam masyarakat dengan tujuan menyebarkan rasa takut serta mengancam keselamatan publik.
  1. Merebaknya Kasus Perdagangan Anak
  2. Meningkatnya Angka Kemiskinan
            akibat yang timbul dari meningkatnya angka kemiskinan:
            a.penurunan tingkat kesehatan masyarakat akibat kekurangan gizi
            b.munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas
  1. Kenakalan Remaja (Delinkuensi)
            adalah semua perbuatan anak remaja yang berlawanan dengan ketertiban umum yang ditujukan pada orang lain, binatang, barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.

PENELITIAN SOSAIL




PENELITIAN SOSIAL

Langkah-langkah Penelitian Sosial:
1. Menyusun Rancangan Penelitian
    a. Perumusan masalah    
    b. Memilih objek penelitian
    c. Melakukan studi pendahuluan
    d. Merumuskan anggapan dasar/hipotesis
    e. Memilih metode penelitian
2. Pelaksanaan Penelitian
    a. Mengumpulkan data
        Data Kualitatif, yaitu data yang bukan berupa angka
        Data kuantitatif, data yang berupa angka
        Data Primer, data yang diperoleh langsung dari objek 
                              Penelitian
        Data Sekunder, data yang diperoleh secara tidak langsung
        misalnya melalui studi kepustakaan, dokumen resmi,
        atau media lain.
    b. Analisis Data
    c. Menarik Kesimpulan
3. Pembuatan Laporan Penelitian

Komponen Dalam Rancangan Penelitian:
1. Topik dan Judul Penelitian
    Hal yang harus diperhatikan dalam memilih judul:
    a. Singkat, padat, dan jelas
    b. Bersifat aktual
    c. Menarik untuk diteliti
    d. Bermanfaat
    e. Bersifat Realistis
2. Latar Belakang Masalah
    Alasan yang melatarbelakangi pemilihan tema atau topik
    Penelitian
3. Rumusan Masalah dan Hipotesis
    Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
4. Landasan Teori
    Merupakan paparan teori yang digunakan dalam
    permasalahan penelitian. Dikenal juga dengan istilah studi
    kepustakaan/tinjauan pustaka.
5. Definisi Konsep dan Definisi Operasional
    Definisi Konsep merupakan definisi variabel-variabel yang
    akan diteliti
    Definisi Operasional merupakan bagian atau sub-sub dari
    Definisi konsep.
6. Populasi dan Sampel
    Populasi adalah Objek penelitian secara keseluruhan
    Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan
    teknik tertentu.
   
  Teknik Menentukan Sampel:
    a. Purposive sampling, tehnik pengambilan sampel yang
       didasarkan pada tujuan tertentu
    b. Proporsional Sampling, sampel yang dipilih bersifat
       representatif atau mewakili gambaran yang ada pada
       populasi
    c. Snowball sampling, tehnik penetapan sample yang jumlah
       sampelnya berkembang dari sedikit menjadi semakin banyak.
d.Random sampling, tehnik menentukan sample secara acak
e.  Stratified Random sampling, pengembangan dari tehnik random, tetapi sudah mempertimbangankan tingkatan/strata yang ada dalam populasi
f.   Ordinal Random sampling. Pengambilan sample secara ordinal atau mengambil perwakilan dari populasi dengan interval tertentu.
g. Area Random sampling, tehnik yang digunakan apabila populasinya tersebar secara tidak menentu pada banyak wilayah.

Tehnik Pengumpulan Data:
1. Tehnik angket/kuisioner
2. Tehnik wawancara/interview
3. Tehnik Observasi
4. Tehnik Studi Kepustakaan
5. tehnik Analisis Media Massa

Penyajian Data Penelitian:
1. Inventarisasi dan Pengeditan Data (Editing)
    a. memeriksa kembali lembar  pertanyaan
    b. memeriksa kelengkapan identitas responden
    c. memeriksa lembar jawaban responden
2. Memberi Kode (Coding)
    Mengklasifikasikan jawaban responden sehingga mudah diolah
    Menurut kode-kode tertentu
3. Klasifikasi
    Pengelompokan data sesuai dengan karakteristiknya masing-
    Masing
4. Tabulasi Data
    Pengolahan data dengan cara memasukkan kedalam table.
    a. Tabulasi langsung
    b. Lembaran Kode (Code sheet)
    c. Tabulasi Frekuensi
    d. Tabulasi silang

Pengolahan Data Penelitian:
1. Pengolahan data Statistik
    a. Distribusi Frekuensi
    b. Ukuran Pemusatan (Tendensi Sentral)
        - Mean (Rerata)
        - Modus (Nilai yang paling sering muncul)
        - Median (Nilai tengah)
    c. Mengukur derajat hubungan antar variable (Korelasi)

2. Pengolahan Data non Statistik
    a. Reduksi Data, mengkategorikan data hasil penelitian ke dalam
       beberapa pola atau kategori
    b. Penyajian Data, data disjaikan ke dalam matriks sesuai
       dengan pola atau kategori yang telah ditentukan sebelumnya.
    c. Penarikan Kesimpulan

Jenis Korelasi data:
1. Hubungan Simetris
2. Hubungan Timbal Balik
3. Hubungan Asimetris.